Selasa, 23 Juni 2009

REFLEKSI

mengapa itu tidak untuk makan saja?
“kalau makan, percuma, nanti akan lapar lagi. lebih baik begini. tidak makan, lapar terus-menerus. lebih baik untuk merokok. semuanya hilang kalau merokok.”
mengapa tidak merokok saja tadi?
“kalau merokok lagi, nanti ketagihan kagi, kecanduan. lebih baik seperti ini. asam, tersiksa terus-terusan. lebih enak kalau tidur saja.”
lalu kau tidak tidur?
“untuk apa? kalau tidur, lalu nanti bangun. setelah bangun nanti akan ngantuk, ingin tidur lagi. lebih bagus mati. semuanya selesai kalau mati.”
ya sudah, matilah.”
“kalau mati, ya nanti akan hidup kembali karena katamu kan ada kehidupan setelah kematian. harusnya aku diam saja.”
aku lekas berteriak dengan lantang, “jangan!” pada bayanganku di cermin itu.
ternyata aku masih punya kekuatan untuk memelihara nurani.

Tidak ada komentar: