Selasa, 23 Juni 2009

purnama dalam sekelebat mendung

hei, kau yang angkuh di atas sana
baru tiba kau di peraduan?
wajahmu begitu pucat merana
muncul mengantarkan tangisan

aku nanti kau. berkali-kali sudah
kutengok rahim hujan
untuk sekedar merambah
kau pun tak juga sungkan

langit sesenggukan
aku tinggalkan dia yang sebelah sana

tak tahu malu, tak tahu diri
di sini rupanya kau tampakkan diri
jauh-jauh diciptakan untuk kabarkan rindu
untuk beberkan betapa lemahnya waktu
dibandingkan dirimu

o, kau yang pucat di sana
harusnya Tuhan penuhkan kau
malam ini

tak tahukah kau pun cuma benalu

aku rindu
Jkt, 13-6-09, 11.52 pm

Tidak ada komentar: