hei, kau yang angkuh di atas sana
baru tiba kau di peraduan?
wajahmu begitu pucat merana
muncul mengantarkan tangisan
aku nanti kau. berkali-kali sudah
kutengok rahim hujan
untuk sekedar merambah
kau pun tak juga sungkan
langit sesenggukan
aku tinggalkan dia yang sebelah sana
tak tahu malu, tak tahu diri
di sini rupanya kau tampakkan diri
jauh-jauh diciptakan untuk kabarkan rindu
untuk beberkan betapa lemahnya waktu
dibandingkan dirimu
o, kau yang pucat di sana
harusnya Tuhan penuhkan kau
malam ini
tak tahukah kau pun cuma benalu
aku rindu
Jkt, 13-6-09, 11.52 pm
Selasa, 23 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar