Selasa, 16 Desember 2008

hidup

rembulan kian pucat
digerayangi awan pekat pukat

mengapa hadir demi sebuah karat
yang lalu selesai tanpa nada yang eraterat
namun lenanya menjilat menjerat
dan alunannya selalu mengikat yang lewat

kemudian maut datang tanpa ragu siapa yang jahat
meski rasanya mutlak berat
tapi ini yang kusebut muslihat

pernahkah kau bayangkan mengapa aku menghujat?

14/12-08

Selasa, 02 Desember 2008

di sini aku berpikir, kau di mana

lembar-lembar khayal bertajuk non-fiksi terus kupindai. terhujat aku sendiri tanpa pegangan. apakah itu benar? bagaimana dia bisa nyata? angin dingin terus menusuk tanpa menyalamiku. perasaan makin beku olehnya. pikiran jadi andalan. ah, semua tampak tumpah! tapi ke atas.

ragu makin kaku dbaluri waktu. aku coba rentangkan luka-luka kian menganga. namun waktu tak pernah mau mengalah. mengapa kau terus hendak berlari? meski aku berhenti berpikir di sini. dan tetap saja koloni halaman itu menanti.

kembali tergulung aku oleh sesaknya fana. bergemericikkan tetes cobaan, bentuk erosi di perasaan. melandai gerak-gerikku tanpa perasaan. memuncak durjaku oleh pikiran. di sini aku terus berpikir kau di mana. tapi kau di mana?

01/12-08